Quo Vadis Sespim Polri

27 Apr

QUO VADIS LEMBAGA PENDIDIKAN SESPIM POLRI ?  

Sekolah Staf dan Pimpinan POLRI (SESPIM POLRI), merupakan lembaga pendidikan tertinggi Polri yang menyelenggarakan pendidikan calon staf dan pimpinan Polri sebagai penegak hukum yang profesional, bermoral dan modern yang berwawasan kepemimpinan strategi serta memiliki komitmen kuat terhadap integritas moral sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Prolog tulisan pada alinea pertama di atas adalah merupakan Visi dari Sespim Polri, yang tentunya merupakan sebuah tujuan jangka panjang yang menjadi “harga mati” untuk di perjuangkan oleh lembaga Polri melalui para pelaksananya di lembaga Sespim tersebut.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, seberapa kuat pihak Polri untuk mewujudkan Visi Sespim tersebut ? mulai dari sistem rekruitmen siswa, pola pelaksanaan pendidikanya, serta standart kelulusannya?

Output dari Sespim Polri nantinya dipersiapkan untuk menjadi calon staf dan pemimpin tertinggi di lembaga polri dan tentunya menjadi pengayom dan pelayan di masyarakat indonesia secara umum. Lantas apa jadinya jika di lembaga tersebut yang nantinya mencetak para petinggi polri ternyata dalam sistem kependidikanya, mulai dari rekritmen siswa sampai sistem kelulusannya belum mendukung visi Sespim yang tersebutkan di atas?

Seharusnya Siswa Sespim polri adalah para perwira polri pilihan, yang tentunya harus mempunyai kecerdasan personal, kompeten di bidangnya, memiliki integritas yang tinggi serta memiliki nilai moralitas yang tinggi pula. Karena itu adalah modal dasar yang harus di miliki oleh para pemimin dan petinggi di Polri.

Lantas apa yang terjadi sebenarnya dengan para siswa Sespin Polrsi selama ini ? Bagaimana jadinya jika para siswa Sespin Polri jauh dari standar secara kualitas?

Sudah bisa di pastikan jika ternyata siswa Sespin ternyata secara kualitas jauh di bawah standar maka Output dari Sespim Polri pun akan jauh dari yang di harapkan, makanya tidaklah mengherankan jika ternyata selama ini banyak oknum-oknum petinggi polri yang bersentuhan(terlibat)dengan kasus-kasus moral maupun kriminal.

Karena memang dalam kenyataannya selama ini sistem pendidikan Sespim Polri dari awal sampai akhir ternyata masih carut marut belum memenuhi persyaratan seperti yang telah di tetapkan dalam Visi dan Misi, dan ternyata banyak sekali peserta  didik Sespim Polri yang tidak memiliki nilai intelektual ,kecerdasan serta moralitas yang tinggi.

Sespim Polri sebagai sebuah lembaga ”Kawah candradimuka” untuk calon-calon pemimpin dan petinggi Polri ternyata masih belum memenuhi standar kependidikan secara kualitas, ke depan hal ini harus di rubah dan di benahi. Apabila hal ini berlanjut terus maka ini akan menjadi “Bom Waktu” bagi Polri.

Padahal di sisi lain saat ini Polri sedang berusaha mengembalikan kepercayaan masyarakat indonesia bahwa polri adalah pengayom serta pelayan masyarakat.

Apa yang saya tuliskan di atas semoga bisa menjadi sebuah masukan untuk Polri sehingga di harapkan ada perbaikan-perbaikan dalam sistem kependidikan Sespim Polri. Untuk lebih lengkapnya saya akan mencoba mengurai satu demi satu tentang apa yang terjadi di sistem kependidikan sespim polri, di sini kita tidak akan membela atau menjatuhkan para peserta didik sespim tapi mencoba membuka mata serta wawasan apa yang sebenarnya terjadi dalam sistem rekruitmen dan kelulusan para peserta didik Sespin tersebut.

adalah Kompol M.Rendra Salipu yang sudah jelas-jelas menjadi rangking satu di test sespim Polda Sumsel. Tapi kenyataan pahit yang di terimanya, sampai di mabes data tentang data dirinya hilang, sampai-sampai pengumuman di undur 4 kali tetap saja nama Kompol M.Rendra Salipu tidak tercantum di daftar.

begitu cerobohkah lembaga sespim yang menanganinya sampai-sampai seorang anggota yang memiliki dedikasi ,prestasi yang menonjol atau hampir tidak pernah telibat kasus-kasus yang bisa mencoreng polri justu di hilangkan datanya, yang menjadi pertanyaan apakah Polri takut mencetak anggota yang jujur dan mempunyai prestasi yang baik?

Yang mengejutkan adalah kelulusan AKBP Herry Golden dari Polda Bengkulu yang sebelumnya pindahan dari Polda Sumsel yang notabenenya mempunyai banyak kasus serta bermasalah dengan mencoreng nama baik polri, Mutasi dari Polda sumsel ke Polda Bengkulu adalah satu akibat dari ulahnya sebagai backking Illegal Loging serta pengedar dan pengguna NARKOBA. Yang mengejutkan lagi di sumsel dia (Herry golden) mempunyai WIL(wanita idaman lain) serta menghamilinya, untuk menghindarinya dari pertanggung jawabannya dia memberikan uang sebesar Rp 350.000.000(tiga ratus lima puluh juta rupiah ) mengajukan pindah ke Polda Bengkulu, aneh bin ajaib ternyata herry lulus sespim. Apakah layak orang seperti itu Lulus dari sespim Polri ?.

Apa jadinya polri kalau mempunyai pemimpin / petinggi polri seperti itu yang minim moralitas atau hampir tidak bermoral sama sekali. Apakah layak seorang pengayom dan pelayan masyarakat mempunyai kelakuan bejat seperti itu ? apakah itu juga kecerobohan lembaga sespim yang tidak selektif dalam menentukan calon siswa sespim?

Beda lagi dengan Kompol Robert Da’Costa yang jelas-jelas pengguna serta memback-up jaringan Narkoba di Sulawesi, beliau berkali-kali tidak berangkat dinas dengan alasan harus di rawat di rumah sakit dengan alasan Liver, dan berkali – kali juga beliau memberikan janji-janji kepada wanita yang di hamili tanpa di nikah,yang mencengangkan beliau juga lulus di sespim.

Sama halnya dengan Kompol Yuri Nurhidayat dari Polda Sumsel yang juga terlibat dalam pem-backupan Illegal Loging terbesar di sumsel beliau juga lulus Sespim.

Sedangkan dari mako brimob kelana tidak ada satupun siswa calon yang lulus.

Itu sedikit contoh begitu parahnya  sistem penilaian Sespim Polri yang tidak transparan dalam penilaian,  pantaskah petinggi polri di pimpin oleh orang yang minim moral dan tidak bisa menjadi pengayom bagi masyarakat?, semestinya kasus tersebut tidak menjadi konsumsi public di media  dan secepatnya internal di tubuh polri dapat dibenahi.

Semoga polri selalu tetap jaya tanpa ada orang-orang yang kotor di atas dan polri bisa tetap menjadi pengayom dan pelayan bagi masyarakat Indonesia sesuai dengan visi dan misi polri.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: